BANYUASIN – Ketua Umum Lembaga Buku Merah Budi Alamsyah menyoroti pelaksanaan Job Fair di Kabupaten Banyuasin agar tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan tanpa hasil nyata.
“Job Fair jangan jadi ajang selfie pejabat dan buka stand doang. Rakyat Banyuasin butuh kerja, bukan janji. Kalau selesai acara angka pengangguran tetap sama, berarti gagal,” tegas Budi Alamsyah Ketua Umum Lembaga Buku Merah.
LBM mencatat tiga catatan kritis untuk Pemkab Banyuasin dan Disnakertran Banyuasin
Pertama *Data Terbuka*: Jumlah lowongan, nama perusahaan, gaji UMR/UMK wajib diumumkan sebelum hari H. Jangan sampai pencari kerja datang tapi lowongannya fiktif.
Kedua, *Akuntabilitas Hasil*: satu bulan setelah Job Fair, wajib rilis berapa orang Banyuasin yang lolos, kerja di mana, kontraknya bagaimana. Data itu hak publik.
Ketiga, *Prioritas Lokal*: Anak Banyuasin harus diprioritaskan. “Jangan sampai yang kerja orang luar, KTP Banyuasin cuma jadi penonton”tegasnya.
Kenapa demikian, sambung Budi, Anggaran Job Fair itu dari pajak rakyat. LBM akan kawal. Kalau cuma jadi seremoni. “Kami siap buat Laporan Pengaduan ke Bupati dan DPRD jika ada penyimpangan,” pungkasnya.(BEL)

